Vacuum Frying: Mesin Produksi Keripik Buah (bagian 2)

Melanjutkan posting artikel sebelumnya…

Pada kondisi vakum, titik didih air mengalami penurunan sehingga suhu penggorengan dapat diturunkan sebesar 50 – 60º C atau 5 – 6 dekade. Dengan demikian produk yang mengalami kerusakan warna, aroma, rasa dan nutrisi akibat panas seperti produk buah-buahan dan sayuran dapat diproses dengan teknologi penggorengan vakum ini. Di sisi lain kerusakan minyak dan akibat-akibat yang ditimbulkan dapat diminimumkan karena proses dilakukan pada suhu dan tekanan rendah/penurunan suhu sebesar 5 – 6 dekade. Artinya minyak goreng dapat digunakan berkali-kali proses. Struktur kimianya tidak rusak karena hanya digunakan pada suhu rendah (80 – 90 ºC).

Penggunaan Mesin Penggoreng Hampa/Vacuum Frying untuk skala industri kecil adalah solusi dari permasalahan yang menjadi kendala pada pengembangan industri kecil. Alat teknologi tepat guna ini adalah jawaban atas tersedianya alat mesin produksi yang mampu menjangkau skala industri kecil dan menengah. Buktinya, hingga tahun 2009 ini Vacuum Frying kami telah digunakan oleh para pengusaha skala industri kecil dan menengah dari seluruh Indonesia hingga mancanegara.

Kelebihan teknologi ini terutama pada rendahnya biaya operasional/perawatan dan investasinya karena tidak memerlukan bantalan, seal dan oli seperti yang dijumpai pada alat mesin serupa produksi dari luar negeri. Namun demikian teknologi ini masih terbatas untuk skala kecil dan menengah, hingga saat ini kapasitas maksimal yang telah dikembangkan adalah 25 kg/proses dengan lama proses 140 – 150 menit/proses.

Beberapa komoditi yang cocok diproses dengan teknologi penggorengan hampa adalah buah-buahan: nangka, nanas, salak, apel, durian, kesemek, dll.; sayur: wortel, jamur, kacang panjang, bawang, dll.; seafood: ikan tuna, teri, udang, dll.

Proses Penggorengan Hampa

Skala Produksi

Industri pengolahan keripik buah dapat dikelompokkan ke dalam skala besar dan skala kecil/rumah tangga/UKM. Perbedaan dari kedua skala produksi ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Industri Besar

Industri Kecil

Permodalan Padat Modal Rendah
Kapasitas Produksi 20 – 120 kg/jam 1,5 – 2 kg/jam
Tenaga Kerja 16 – 53 orang 3 – 5 orang
Daya Listrik 50 – 300 HP 1,5 – 5 HP
Kebutuhan Air 5 – 40 ton/hari 1 – 1,5 ton/hari
Areal 200 – 2000 m2 9 – 21 m2

Dalam kaitannya dengan pemberdayaan industri kecil dan menengah, pemilihan skala produksi sangat menentukan keberhasilan. Selain itu aspek ekonomi merupakan pertimbangan utama dalam mengevaluasi suatu rekayasa proses, sehingga seberapa jauh proses nilai tambah itu dapat diperhitungkan.

Proses Pengolahan Keripik Buah

Pada dasarnya proses pengolahan keripik buah dengan mesin vaccum frying melalui tahapan sebagai berikut:

1. Persiapan, meliputi kegiatan sortasi, pencucian, pengupasan, dll.

2. Pencegahan Oksidasi, dengan blansir, penambahan anti oksidan, dll.

3. Pengirisan/pembelahan.

4. Penambahan bahan makanan aditif, perendaman dalam sirup, esen, tepung

5. Penggorengan, dilakukan dengan mesin penggorengan hampa.

6. Pengatusan minyak, deoiling dengan spinner.

7. Pengemasan, menggunakan bahan kemasan yang kedap cahaya dan uap air)

Kiranya sekian dulu artikel ini, ditunggu responnya…

, , , , ,

2 Responses to “Vacuum Frying: Mesin Produksi Keripik Buah (bagian 2)”


  1. 1 rista Mei 9, 2011 pukul 11:45 am

    berapa harga mesin vacum ini?
    dan bagaimana cara pemesanan mesin ini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: